Warehouse dan RFID

Fungsi utama dari management warehouse modern meliputi management warehouse konvensional, transportasi yang beririsan, service flow dengan added-value yang meliputi pengembalian barang, jaminan dari kualitas barang dan customer service yang dinamis.

Peran warehouse di supply chain selalu terletak diantara dua proses,misalnya diantara proses purchasing dan manufaktur, diantara proses persiapan raw material dan proses akhir pembuatan barang, antara manufaktur dan penjualan. Tidak dapat dipungkiri bahwa aktivitas warehouse merupakan aktivitas yang strategis, dengan pengembangan dari konsep “Global Operation” dan “Supply Chain Management”, management dari warehouse menjadi hal yang kritikal di supply chain.

Revolusi digital dan automasi telah banyak di adopsi di berbagai macam industri, warehouse merupakan salah satu bidang industri yang mulai mengadopsi kedua hal tersebut. Salah satu elemen yang di transformasikan oleh teknologi ini adalah visualisasi data, pengolahan data, dan akuisisi data.

Akuisisi data merupakan salah satu hal penting di teknologi automasi dan digitalisasi dari warehouse, karena seberapa cepat sistem mendapatkan data dan seberapa sesuai data yang dimasukkan ke sistem dari data aktual di lapangan mempengaruhi output dari seluruh kegiatan warehousing. Akuisisi data ini sendiri mempunyai beberapa metode. Diantaranya adalah input data manual oleh manusia ke dalam software, barcode, atau memakai metode yang bernama RFID (Radio Frequency Identification).

RFID merupakan metode modern untuk akuisisi data, RFID di adopsi pada industri karena keunggulannya dalam hal kecepatan nya mendapatkan data, efisiensi waktu dalam hal recording data, pengurangan manpower yang digunakan untuk melakukan akuisisi data.

Warehouse management system yang berbasis RFID dapat mengumpulkan,transfer,cek, dan melakukan update data secara masif dan automatis. Hal ini mengurangi faktor human error pada pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh operator manusia. Human error yang tereduksi mempunyai impact yang sangat besar dalam aktivitas bisnis karena bidang yang dipengaruhi oleh error ini sendiri pun sangat luas. Diantaranya adalah data inventori yang tidak akurat, ketidak-sesuaian lokasi dari suatu benda,pertambahan waktu yang diakibatkan oleh error, dll.

Teknologi existing yang majoritas di adopsi oleh praktisi warehouse sekarang biasanya berbasis barcode atau QR-Code. Kedua teknologi tersebut mempunyai keunggulan murah diproduksi, dan kecepatannya untuk dapat disesuaikan identitasnya dengan barang yang ingin dipasang. Namun kedua teknologi ini mempunyai kelemahan yaitu pembacaan identitas dari label nya harus line-of-sight. Hal ini berarti untuk membaca masing-masing label, operator manusia diharuskan menyesuaikan posisi dari alat pembaca dengan posisi barcode maupun QR-Code tersebut. Terlebih lagi, apabila kuantitas dari barang yang ingin di konfirmasi dengan kedua teknologi tersebut mempunyai jumlah yang banyak, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan konfirmasi tersebut sangatlah tinggi dikarenakan kelemahan line-of-sight ini.

Kelemahan ini tidak ada di teknologi RFID, karena pada dasarnya pembacaan dari Reader RFID kepada label RFID menggunakan gelombang radio yang dipantulkan dari tag sehingga tidak dibutuhkan line-of-sight untuk membaca label RFID yang terpasang. Dengan hilangnya kelemahan ini, maka RFID dapat mengeliminasi waktu yang dipakai operator untuk mengarahkan alat pembaca kepada masing-masing label, terlebih dapat mengeliminasi human error dari adanya label yang terlewat pembacaannya apabila menggunakan teknologi QR-Code maupun Barcode.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s