Aplikasi dan Merits UHF RFID Pada Toll Collection System

Gambar 1. Toll Collection System

“TIme is money”, itu adalah istilah yang biasa diungkapkan untuk mengapresiasi betapa berharganya nilai dari waktu. Pada era digital ini, efisiensi dalam hal waktu merupakan salah satu hal yang menjadi tujuan atas penerapan teknologi di berbagai bidang.

Toll Collection System (TCS)  adalah sebuah system dimana setiap kendaraan diwajibkan untuk membayar agar dapat memasuki area jalan tol. Jalan tol merupakan infrastruktur yang penting dalam kegiatan ekonomi, karena infrastruktur ini menghubungkan berbagai daerah dan lokasi tujuan tanpa harus membuang waktu sebagaimana apabila memakai jalan biasa.

Di Indonesia, TCS ini pun sekarang sudah melakukan upgrade dengan melakukan deployment system RFID dengan frekuensi HF (HIgh Frequency) untuk menggantikan system TCS yang memberdayakan manpower secara manual untuk melakukan pembayaran. Namun bahkan dengan deployment RFID HF ini pun masih terdapat hal yang dimungkinkan untuk ditingkatkan efisiensi nya.

Asumsikan setiap 1 kendaraan berhenti dan membayar upah sebelum memasuki jalan tol memakan waktu 60 detik. Sehingga waktu yang diperlukan 1 kendaraan untuk melakukan pembayaran dalam 1 bulan adalah 60 x 30, yaitu 1800 detik. Dalam 1 tahun, total waktu yang diperlukan adalah 1800 x 12 yaitu 216200 detik atau sekitar 6 jam.

Dengan asumsi tersebut, kita tahu bahwa 1 kendaraan untuk melewati 1 gerbang tol harus menunggu 6 jam secara total tiap tahun. Ini berarti dalam 1 tahun tersebut, masing masing kendaraan hanya berhenti membuang waktu nya selama itu untuk melakukan pembayaran. Sekarang pikirkan apabila ada sekitar 100 kendaraan yang melewati 1 gerbang tol dan ada lebih dari 1 gerbang tol yang harus dilewati masing masing kendaraan setiap hari nya. Tentunya hal ini adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan karena waktu berhenti tersebut berarti meningkatkan konsumsi bahan bahar, dan gas emisi yang dikeluarkan. Asumsi 60 detik per kendaraan adalah asumsi apabila system bekerja secara efisien, namun apabila system terjadi inefisiensi, tentunya waktu 60 detik tersebut dapat bertambah.

Dengan HF RFID, inefisiensi dari sebuah system dapat muncul dari berbagai faktor, misalnya waktu yang terbuang akibat sang pengemudi harus mencari kartu RFID nya, waktu yang terbuang akibat menyesuaikan posisi mobil terhadap stasiun pembayaran, dll.

Dengan teknologi RFID di domain frekuensi berbeda, kita dapat meminimalisir inefisiensi tersebut. Selain HF, teknologi RFID mempunyai domain frekuensi lain yang berpengaruh terhadap spesifikasi jarak baca. Misalnya UHF (Ultra-High Frequency).

Pada UHF RFID, jarak baca RFID dapat ditingkatkan dari 1 cm menjadi kurang lebih 10 m. peningkatan jarak baca ini tentu saja berpengaruh dengan tingkat efisiensi waktu yang dikonsumsi system TCS pada aktivitas pengumpulan biaya dari masing-masing kendaraan.

Gambar 2. Estimasi Jarak RFID Reader

Gambar 2 merupakan diagram posisi pemasangan RFID UHF Reader dan Antenna terhadap jarak baca tag. Karena bentuk dari RFID tag dapat disesuaikan dengan kebutuhan, RFID UHF Tag dengan Wet Inlay seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 merupakan aplikasi yang paling tepat untuk kebutuhan TCS, karena dengan aplikasi ini, faktor inefisiensi waktu akibat pengemudi mencari RFID tag dapat di eliminasi.

Gambar 3. RFID Tag Wet Inlay

UHF RFID tag Wet Inlay ini adalah komponen equivalent dengan RFID tag card pada frekuensi HF dimana fungsi dari objek tersebut adalah untuk memberikan identitas unik kepada masing-masing benda yang dipasang. Teknologi ini merupakan klasifikasi dari RFID berjenis pasif dimana untuk dapat bekerja, RFID tag ini tidak membutuhkan sumber tenaga seperti baterai sehingga cost dari deployment dan maintenance untuk masing-masing kendaraan juga dapat di pangkas.

Apabila masing-masing kendaraan terpasang UHF RFID tag, dengan identitas unik dari masing-masing tag dan kendaraan dapat dihubungkan dengan database alamat billing. Hal ini dapat memberikan tambahan efisiensi waktu karena mengeliminasi faktor penambahan waktu apabila pengemudi kekurangan kuota saldo pada TCS HF RFID.

Dengan mendeploy TCS berbasis UHF RFID, kita dapat mengasumsikan waktu per 1 kendaraan untuk melewati 1 gerbang adalah 5 sampai 10 detik. Dalam 1 bulan berarti kendaraan tersebut membutuhkan 10×30 = 300 detik. Sehingga dalam 1 tahun menjadi 300 x 12 = 3600 detik atau 1 jam. Apabila dibandingkan dengan TCS berbasis HF RFID, kita dapat menaikkan efisiensi waktu sebesar 83.33%.

Keunggulan dari teknologi UHF RFID dalam system TCS telah dijabarkan pada tulisan diatas, sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan efisiensi dari HF RFID menjadi UHF RFID sangat mempengaruhi waktu terkonsumsi tiap kendaraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s